10/17/14

A letter for my super bestfriend wedding, dr. Elena

Hej Elen!!

Ya ampuunnn, ga kerasa sahabat tersayangku yang satu ini udah mau jadi pengantin. Well, I guess time really flies so fast. Keinget jaman SMP pas pertama kita kenal dulu. Entah gimana, we ended up sitting next by each other. Trus kalo pas exam, aku kadang suka sebel kalo kamu bisa ngerjain ulangan tapi aku enggak, trus kadang ngelirik-ngelirik nyontek hahaha. Karena di antara ber-6, cuma kita berdua yang belum gabung ekskul, alhasil kita menceburkan diri ke ekskul ansambel musik dengan kemampuan mencet pianika. Kadang kita suka marahan ga jelas, diem-dieman khas anak SMP buat beberapa hari ato malah cuma beberapa jam doang. Setelah itu mulai nggosipin berbagai macam hal mulai dari anak kelas lain, kakak kelas, adik kelas, sampe nggosipin kelakuan anak cowo kelas kita.

Lulus SMP, kita kepisah sekolah, tapi masih tetep sering main bareng. Kamu ngenalin aku yang namanya Lesehan Sakti (yang katanya terkenal buat anak SMA 8 haha) tapi gara-gara gak sreg sama menu alhasil pindah deh ke tempat makan favorit, Laris i. Pas kelas 3, inget banget gimana kita suka curhat-curhat an masalah mau kuliah dimana setelah lulus. Galau gimana kalo daftar kelas internasional buat studi kedokteran (yaah walaupun pas itu belum ada istilah galau sih). Pas itu masih jamannya nelpon rumah haha. Trus akhirnya karna butuh menuhin kuota peserta tes toefl, sampe aku disuruh ikutan tes. Daann finally you made it saayyyy. Kamu keterima di kedokteran kayak yang kamu pengen.


8/24/14

Fly with JAL

It was kind of luck to get the chance for flying with JAL. It is only because of the JICE who gave the Jenesys 2.0 participants the JAL’s ticket to Tokyo :)

Penerbangan tanggal 21 April 2014 saat itu, berangkat dari Soekarno Hatta International Airport Terminal 2 at about 11 pm menuju Narita International Airport. Yap, it was a night flight and I spent 7 hours up on the sky. Diperkirakan pesawat bakal mendarat di Tokyo jam 7 pagi waktu setempat keesokan harinya. Waktu itu kita diminta berkumpul dari jam 5 sore. Aku sendiri karena langsungan dari Jogja, udah nyampe SHIA dari sekitar jam 3 sore. Keadaanku saat itu ga begitu baik. Maklum, sebelumnya abis terserang demam, flu, batuk, plus maag. Sampe-sampe ketakutan gabisa berangkat trip Jenesys ini. Karena dari pagi baru diisi susu ama pisang goreng, jadilah waktu itu maag langsung kumat. Bodohnya lagi, langsung cari makan tapi cuma bakso kuah doang. Alhasil menjelang malem, perut dan kepala rasanya ga karuan. Keliyengan. Setelah makan burger separo dan obat maag dari dokter, langsung cling SEHAT. Yuhuuuu.

Sampe di waiting room, suasana sengaja dibuat “Jepang banget”. Lebay sih, sebenernya cuma karna majalah buat killing time-nya adalah komik Manga dan majalah berbahasa Jepang yang ga ngerti tentang apa. Sampailah boarding time di mana pas nyampe dalem pesawat, langsung cari seat nomer 47A. Yap, seat with window view. Setting kursi pesawat JAL rute Jakarta-Tokyo ini adalah 3-6-3. Forgive me, sebenernya setting kursi tengah agak lupa 6 ato 4, maklum ga dapet seat di tengah. Tapi kayaknya sih 6, soalnya deretnya panjang banget. All seat have already set with screen monitor, blanket, pillow, headset, and remote for choosing entertainment. Begitu duduk, para awak kabin (cielaaaa bahasanya) langsung sibuk nyatetin penumpang dengan makanan beralergi atau request Muslim food. Setelah kerempongan proses konfirmasi mereka, tibalah “snacking time!”. Denger-denger dari temen yang udah pernah naik JAL, snacknya berupa sandwich, tapi ternyata khusus buat Muslim yang keluar satu buah pisang :)

Alhamdulillah, I made it!

Alhamdulillah, ga henti-hentinya aku harus mengucapkan syukur atas nikmat dan rezeki yang udah Allah kasih ke aku sampai saat ini. Beberapa memang masih belum sesuai harapan, tapi who knows, memang inilah rezeki aku dan aku harus tetep terus bersyukur.

Saat ini, detik ini, aku sedang berada di atas tanah Eropa. Benua yang untuk sekedar memikirkan untuk mengunjunginya pun aku ga sanggup, karena terlalu sulit untuk dijangkau. Dan Alhamdulillah, Allah memberiku kesempatan untuk memiliki kisah di benua ini, bahkan tepat setelah Allah memberiku rejeki lainnya, yaitu kunjunganku ke Jepang beberapa bulan lalu. Ya, jadi sepulang dari Jepang, pihak kampus mengumumkan kesempatan untuk mengambil program double degree di Swedia. Setelah isu itu lama menggantung, akhirnya keluar juga pengumumannya. Meski pun diliputi kegalauan akhirnya aku mengambil kesempatan itu, dan ya, this is now where I am. Currently, I am living in Karlstad for next 10 months. I hope, this would be delightful journey and experience in my life.

Ya Allah, terimakasih engkau telah memberiku kenikmatan dan rezeki ini, meskipun aku masih tetap harus merepotkan orang tuaku, tapi Insya Allah akan selalu ada jalan untuk suatu saat menggantinya dan membuat mamaku bahagia. Amiiiinnnnn. J


Nb : postingan kali ini kayaknya bahasaku agak agak aneh dan kaku gimana gituu yak. Biarin deh.

7/5/14

I've visited Japan! :)


Hai dunia blog!!! Rasanya it’s been long time since last time I entered my blog page. A lot of things have happened during that time, and seems like I can’t share that moment continuesly, dan secara runtut tentunya. Untuk yang kali ini, mungkin aku share pengalaman ke Jepang dulu yang setelahnya akan aku bagi ceritanya secara bertahap.

So, saat itu, seingetku pas lagi hectic dateline kerjaan kantor, aku iseng-iseng cek email. Ternyata ada yang share di grup planologi tentang aplikasi Jenesys. Lalu aku langsung ngeh aja kalo itu acara exchange ke Jepang. Maklum, waktu S1 dulu kehidupanku berkutat dengan googling program exchange, jadi emang sebelumnya aku udah pernah denger tentang program Jenesys ini. Mulailah aku baca dengan teliti, ternyata syarat yang harus dikumpul untuk mendaftar tidak sulit seperti syarat program exchange biasanya. Pantes aja, soalnya dateline nya cuma tinggal ngehitung jari aja. Waktu itu aku baca waktu weekend, dan berkas harus sudah masuk di hari Rabu kalo ga salah. Setelah berpikir sebentar, aku langsung memutuskan buat ngecoba. Kan tidak ada salahnya mencoba, kalau lolos Alhamdulillah, kalo engga yaa bukan rejeki hehe.

3/19/14

Tulisan tengah malam yang (gak) penting

Halloooo dunia per-blog an
Pengen rasanya bisa rutin nulis di sini plus sekalian nambah postingan ber-BAHASA INGGRIS yang berbobot dan bermutu, tapi apa daya kesibukan dunia perkuliahan, perkantoran, pertemanan, perkeluargaan, sekaligus pengejaran mimpi benar-benar menguras waktu (berharga) ku. Alhasil blogging become non-priority to do list gitu deh.Huuuffffttttt *menghela nafas panjaanggg
Okeee, mari kita mulai tulisan yang agak sedikitnya ga penting ini (mungkin). So, ada apa aja beberapa waktu kemarin ini?

>> Galau berkepanjangan
Harap maklum kalo aku menulis galau sebagai list pertama disini. Galau disini menyangkut masa depan perkuliahan yang ga pernah dapet titik terang. Gimana enggak? Kayaknya nih, galau di kehidupan perkuliahanku bisa diibaratkan pepatah : Mati satu tumbuh seribu, galau nya ga abis-abis coooyyyyy!
Jadi, sebagai mahasiswa yang ga berniat bayar kulia dengan uang pribadi dan mengharapkan kedermawaan pihak lain untuk men-support biaya ini, tentu dong yang paling ditunggu itu pengumuman kepastian beasiswa. Dapet ato Engga? Tapi, susaaaahhh banget yang namanya dapet kepastian. Mulai dari disuruh kuliah dulu dari bulan Agustus lalu sambil nunggu pengumuman, and you know what pemirsa, pengumuman baru keluar bulan November. Alhamdulillah dapet. Tapi, ga cukup disitu aja, setelah itu kita (berlima) dibuat galau dengan apa aja yang kita dapet dari beasiswa itu. Kebetulan di program studiku ini ada double degree-nya. Nah kita semua gatau nih, beasiswa nya bisa nge cover buat ikutan double degree itu ato engga. Belum selesai kegalauan, udah ditumpuk sama galau masalah tes IELTS. Sampai ini tulisan di post, kepastian itu belum ada, sementara temen-temen dari perhubungan udah mulai sibuk dengan admission, dorm, koper, tiket, dan segala tetek bengek persiapan keberangkatan *nangis di pojokan.


2/4/14

First post in 2014

Hai world!!!! Aaahh, it's been a very long time since the last I opened my blog. The reason is only because the error made by my google chrome application on my laptop which can not access blogspot. Huff. Then, when I click on my post list, I found this one, my un-finish post yet, which should be post about 7 months ago. At first, I thought It will be good if I continue this post, then I realized that it was too late to post about that thing which already been struck down by all my new stories during these time. So, I decide to keep post this story without finished it. Yaahh, maybe it can be my memory in the future. Hehehe. 


Have you ever dreamt about something you really want? Yes, I have. And now I feel it's kinda...irritated. Everytime I remember about that dreams and realize that I'm still here, haven't reached it. It's really heartbreaking.

I know, I've made decision since I graduated. Mmm, no, it's since I left Jakarta, from that one job. I burried them, then planned something possible for me. And now here I am, in Jogja and have a new life here.Until, I woke up in the morning, opened my blackberry and saw one new message there. Seemed like, it arrived the night before. I opened it, and It was from my lecture, give me an information about a scholarship admission which just published. Honestly, I totally forgot about that scholarship. I thought this year it may not being available. Buutttt, It is!! I haven't conscious yet at that time. It was like a dream that I read that message. But it was real.

4/15/13

What Happened in Bali (a review)


Maybe it is too late to write a review about this drama which aired in 2004. It's been almost 10 years ago. But why do I keep to write it? Because this drama was so DAEBAK!! I decided to re-run watching this drama after followed the recently drama which played by Jo In Sung, That Winter The Wind Blows. Then I remember his role in drama What Happened in Bali (WHIB). I have watched WHIB when the tv local, Indosiar, broadcasted this drama when I was still at junior high school. As a kid who haven't grown up yet, absolutely this drama has no meaning for me. One thing that I remember the most is the tragic ending. And when I keep searching about this drama, I knew that this drama got the best rating in that time. That's why no matter what is it, I must watch this drama again to get the answer why this drama got a good feedback from the audiences.

The beginning-Meet in Bali

Ha Ji Won who plays as Lee Soo Jung, is work as a tour guide in one of travel agent in Bali, Indonesia. She is just a poor orphan who always getting troubles because of her older brother and her surrounding. While Jung Jae Min played by Jo In Sung, the second son of big company in Korea, comes to Bali without announce to meet with his fiancee, Choi Young Joo, played by Park Ye Jin. At first, Young Joo came to Jakarta to find her lover, Kang In Wook (So Ji Sub), who dumped by her because of his unsuitable background. Then they go to Bali to have a vacation together for the last time before Young Joo get married. But everything turns out to be an awkward since Jae Min's appearence. Then they go around Bali with a travel agent, guided by Soo Jung. In here, Jae Min then realized, that Young Joo have a special affair with In Wook. He get mad and wreak his anger to Soo Jung.

All of the coincidences

They all come back to Seoul. When flying to Korea, In Wook and Soo Jung were in the same flight and they sit on the same row. Soo Jung want to start a new life in Korea after being cheated by her boss. While In Wook being transfered to the main office, which absolutely Jae Min's family company. He is even live next door to Soo Jung's place. Jae Min and Soo Jung also being connected after she has no option other than beg a loan to him to pay her brother's debt. All this coincidences ended to In Wook and Jae Min fall for Soo Jung.

4/12/13

The Boundaries of Someone's Religion

Kebetulan kemaren lagi ada "waktu luang" buat browsing-browsing geje. Karna emang aku kalo browsing itu-itu aja, alhasil nyasarlah aku di tumblr Mbak Windy Ariestanty. Di situ ada tulisan yang cukup menarik. Darisitu aku jadi tertarik buat ngeshare di blog aku.

Seperti yang kita semua tau, di dunia ini ada banyak sekali kepercayaan. Manusia memang memiliki hak masing-masing untuk memilih kepercayaan mana yang mereka pegang. Islam percaya bahwa Allah SWT itu ada dan berpegang pada Al-Qur'an sebagai kitabnya. Kristen percaya pada Tuhan Yesus dan berpegang pada Kitab Injil. Dan ada juga yang lebih memilih menganut kepercayaan Atheis yang tidak percaya akan adanya Tuhan. Dari masing-masing kepercayaan yang dipilih itulah, manusia menjalankan kehidupannya sesuai dengan ajaran agamanya.

Setiap agama pasti akan mengajarkan kewajiban-kewajiban yang harus dijalankan oleh umatnya dan larangan-larangan yang tidak boleh dilakukan. Tapi dari tulisan yang aku baca dari tumblr Mbak Windy itu, aku sebagai penganut agama Islam merasa tertampar.

3/31/13

Travelling with elder


Jalan-jalan bareng keluarga emang asik. Siapa juga sih yang ga pengen jalan-jalan bareng keluarganya. Tapi kalo jalan-jalannya keluar negeri dan ga pake tour travel serta model backpacking gitu, ya bersiap-siap aja deh. Bersiap apa siihh?? Ya bersiaplah didumelin ama ibu-ibu yang kecapean.

Jadi di post-an kali ini, aku pengen nge-share tentang the art of travelling with elder. Elder di sini yang dimaksud yaitu ibu-ibu khas Indonesia (not Chinese). Ceritanya bulan Oktober taun kemaren, berbekal tiket promo AA pergilah aku, mama, dan adek sepupu. AWALNYAAA. Liburan ini ceritanya sekalian ngunjungin kakakku gitu deh di Batam. Trus ternyata oh ternyata mama koar-koar ke temen kantor. Alhasil trip ini jadinya bertambah 5 ibu-ibu. Dan tentu saja in this trip I was the only one yang diandalin. Mulai dari booking tiket yang ribet, ngatur itinerary, ngatur perkiraan budget, plus booking hostel. Padahal ya pada saat itu, aku lagi sibuk-sibuknya nyelesein skripsi demi ngejar target wisuda November. Hufff.