Showing posts with label travelling. Show all posts
Showing posts with label travelling. Show all posts

11/1/16

One day in Amsterdam

Well, it is a story that happened almost 2 years ago. But it just come into my mind and I really want to write it so I can keep this memory and read it in the future. Here the story......
sky above Netherland

It was a cold January 2015 when I and 5 of my friends decided to take a not-so-short trip to west Europe (mostly). One of the country was Netherland, particularly the city of Amsterdam. We took flight from Prague in the evening which was probably around 5 pm. So we landed in Schipol at about 8 pm? Well I dont remember, but we still had sometime to go around at the city. Actually something happened just before we reached the city center.

arrived safely!

ready for rockin Amsterdam

6/11/16

Journey to Sweden

#epilog
Tiba-tiba saya merasa kangen yang luar biasa dengan Karlstad, kota kecil di Swedia, tempat saya beserta 6 teman lainnya menghabiskan waktu selama kurang lebih 10 bulan untuk belajar. Kemudian mulai scrolling album foto, dan memutuskan untuk menuliskannya lewat blog. Setidaknya dengan bercerita, suatu hari nanti ketika saya merasa rindu, tulisan-tulisan di blog saya ini bisa menjadi alat pengingat memori lama yang sudah tertumpuk memori baru lainnya seiring berjalannya waktu.

Di postingan dalam rangka #missingKarlstad ini, saya akan terlebih dahulu posting about the journey for getting there. Jadi, kami bertujuh, dibagi menjadi 2 kloter keberangkatan. Secara garis besar katakanlah kloter diknas dan kloter kemenhub. Dari nama kloter udah bisa ditebak, bahwa dasar penamaan kloter tersebut adalah sumber dana beasiswa yang kami pakai untuk studi lanjut ini. Nah, kenapa ga bareng aja sih berangkatnya? Alasan tepatnya sebenarnya saya sendiri udah lupa. Tapi yang jelas karena kloter diknas, yang terdiri dari saya dan 2 teman saya ini harus mencari tiket pesawat sendiri, jadi jauh-jauh hari sebelum keberangkatan kami sudah mulai hunting tiket murah. Maka dipilihlah tanggal 11 Agustus 2014 sebagai tanggal keberangkatan kami. Sementara kloter kemenhub yang tiketnya dicarikan pihak UGM, hanya tinggal menyesuaikan tanggal kami. Tapi sepertinya karena tanggal 11 Agustus sudah full, jadi dipilihlah tanggal 12 Agustus 2014 sebagai tanggal keberangkatan kloter kemenhub. Yaaa beda sehari lah.

10/8/15

Short trip to OSLO

Oslo? Mmmm where is that? Is that somewhere around Solo, Indonesia? Big NO!! :D
Well, Solo eits Oslo is the capital city of Norway. Yap, the famous region for seeing Aurora Borealis and great nature scenery. But, please note, Oslo is not the right one. If you want to see the great Aurora, you have to go to the north part of Norway. Actually, I am not going to write about Aurora in this post. What this post about is just my experience for visiting Oslo within short time, a very short one. So, there are a lot of subjectivities in this post which is affected by the limited time to explore more about this city. So, let just start the review.
Oslo Central Station
We arrived in Oslo around 11 am. Mmm no, I guess it was so close to 12 in the afternoon. And that was during winter period in early of January. So, the daylight was very short, sun would getting down at 3 pm which mean we did not have a lot of time to explore the city. And please underline, we went there on Sunday, and we just realized after we arrived that most of stores were close on Sunday! It is important for us, tourists who actually will spend several times of their visit for window shopping. We just had no where to go then. But, we still tried for enjoying Oslo though. Bringing a one day pass ticket which cost for about 90 NOK, we started our "trip" by visiting Vigeland Park.
One day ticket
One of the statue at Vigeland Park
Vigeland Park is a huge park which filled by a lot of statues, well unique nude statues. Each statue have their own captured activities, but I just did not get the meaning. And visiting the park during winter period was a big mistake for us. Well, we just did not have other option. What we saw there, was just a bleak landscape with nude sculptures which totally not fun. We went up to the highest point of the park, then we saw a good view from the top. It was nice, but the thought of how great the park will be during summer time kept passing by. And our feet were freezing but we had no where to warm up them.

12/4/14

Cruise Ship Travelling for You, You, and You

Bagi temen-temen yang tinggal di Sweden atau berencana travelling ke Sweden, nyobain cruise ship bisa jadi salah satu pilihan yang menarik. Sebenernya ga cuma Sweden aja sih, cruise ship ini cukup terkenal di kalangan Scandinavian countries dan sekitarnya kayak Latvia, Russia, dan Estonia. Jadi tinggal sesuaikan aja dengan tujuan kalian :)

Naah, di postingan kali ini, aku bakal nge-share pengalaman cruise ship dengan kapal Princess Anastasia milik perusahaan St. Peterline yang berbasis di Russia. Jadi awalnya sebelum nyampe Sweden, senior cerita kalo mereka ikutan cruise ship ke 3 negara dengan total biaya hanya menghabiskan kurang dari 2 juta rupiah. Yaappp, 3 negara Eropa, udah termasuk akomodasi, habisnya ga sampe 2 juta rupiah. Tentulah, aku yang kere ini sangat tertarik buat ikutan cruise ship ini. Udah murah, bisa nyobain jalan-jalan naik kapal layaknya film-film (asal jangan keinget tragedi Titanic aja), dan salah satu negara yang jadi tujuan adalah Russia. Yap, Russia dan 2 negara anti mainstream buat europe trip lainnya yaitu Estonia dan Finlandia.

Singkat cerita, akhirnya kami ber-enam booking tiket cruise ship ini buat perjalanan tanggal 25-29 Oktober 2014. Kami pesen roundtrip ticket dengan 1 kabin commodore buat 4 orang dan 1 kabin lainnya untuk ber-2. Nah, untuk perjalanan ini, setelah semua biaya dibagi, per orang nya kena 80 Euro saja. So, 80 Euro ini udah dapet apa aja?
1. Transportasi dengan kapal dari Stockholm-Tallinn-St.Petersburg-Helsinki-Stockholm
2. Akomodasi berupa kamar kabin di dalam kapal selama perjalanan pindah negara
3. Shuttle bus untuk perjalanan di St. Petersburg

Jadi, kita cuma tinggal nambah duit buat makan, jajan, belanja, dan transportasi lokal di tiap negara yang disinggahi. Plus, tentunya buat mahasiswa kayak aku ini yang notabene tinggalnya di Karlstad, musti ngeluarin tambahan duit sekitar 300 SEK buat naik bus PP ke Stockholm. Jadi, buat yang notabene tinggal di Stockholm, tentu aja beruntung banget karena punya akses yang cukup mudah untuk cruse ship ini.
Interior luar kapal

Ini kamar kabin yang isi 4

Ini jajan es krim 1.5 Euro di restaurant tempat ngisi amunisi air panas
Kapal selalu berangkat sore menjelang malam. Tiap kota beda-beda jam nya tapi yaa sekitar jam 5-7 sore. Lalu akan sampai ke tujuan selanjutnya keesokan harinya sekitar jam 8 (seingetku hanya satu kali jam 11 siang di Tallin). Jadi, kita cuma punya waktu sekitar 6-7 jam untuk mengeksplorasi kota-kota yang jadi tujuan kapal ini. Untungnya di beberapa lokasi, pelabuhan ga jauh dari lokasi wisata. Jadi waktu yang kelihatannya mepeet banget itu, bisa-bisa aja dimanfaatkan untuk mengeksplore dengan bahagia (walaupun gabisa nge-cover semua spot wisata).

8/24/14

Fly with JAL

It was kind of luck to get the chance for flying with JAL. It is only because of the JICE who gave the Jenesys 2.0 participants the JAL’s ticket to Tokyo :)

Penerbangan tanggal 21 April 2014 saat itu, berangkat dari Soekarno Hatta International Airport Terminal 2 at about 11 pm menuju Narita International Airport. Yap, it was a night flight and I spent 7 hours up on the sky. Diperkirakan pesawat bakal mendarat di Tokyo jam 7 pagi waktu setempat keesokan harinya. Waktu itu kita diminta berkumpul dari jam 5 sore. Aku sendiri karena langsungan dari Jogja, udah nyampe SHIA dari sekitar jam 3 sore. Keadaanku saat itu ga begitu baik. Maklum, sebelumnya abis terserang demam, flu, batuk, plus maag. Sampe-sampe ketakutan gabisa berangkat trip Jenesys ini. Karena dari pagi baru diisi susu ama pisang goreng, jadilah waktu itu maag langsung kumat. Bodohnya lagi, langsung cari makan tapi cuma bakso kuah doang. Alhasil menjelang malem, perut dan kepala rasanya ga karuan. Keliyengan. Setelah makan burger separo dan obat maag dari dokter, langsung cling SEHAT. Yuhuuuu.

Sampe di waiting room, suasana sengaja dibuat “Jepang banget”. Lebay sih, sebenernya cuma karna majalah buat killing time-nya adalah komik Manga dan majalah berbahasa Jepang yang ga ngerti tentang apa. Sampailah boarding time di mana pas nyampe dalem pesawat, langsung cari seat nomer 47A. Yap, seat with window view. Setting kursi pesawat JAL rute Jakarta-Tokyo ini adalah 3-6-3. Forgive me, sebenernya setting kursi tengah agak lupa 6 ato 4, maklum ga dapet seat di tengah. Tapi kayaknya sih 6, soalnya deretnya panjang banget. All seat have already set with screen monitor, blanket, pillow, headset, and remote for choosing entertainment. Begitu duduk, para awak kabin (cielaaaa bahasanya) langsung sibuk nyatetin penumpang dengan makanan beralergi atau request Muslim food. Setelah kerempongan proses konfirmasi mereka, tibalah “snacking time!”. Denger-denger dari temen yang udah pernah naik JAL, snacknya berupa sandwich, tapi ternyata khusus buat Muslim yang keluar satu buah pisang :)

Alhamdulillah, I made it!

Alhamdulillah, ga henti-hentinya aku harus mengucapkan syukur atas nikmat dan rezeki yang udah Allah kasih ke aku sampai saat ini. Beberapa memang masih belum sesuai harapan, tapi who knows, memang inilah rezeki aku dan aku harus tetep terus bersyukur.

Saat ini, detik ini, aku sedang berada di atas tanah Eropa. Benua yang untuk sekedar memikirkan untuk mengunjunginya pun aku ga sanggup, karena terlalu sulit untuk dijangkau. Dan Alhamdulillah, Allah memberiku kesempatan untuk memiliki kisah di benua ini, bahkan tepat setelah Allah memberiku rejeki lainnya, yaitu kunjunganku ke Jepang beberapa bulan lalu. Ya, jadi sepulang dari Jepang, pihak kampus mengumumkan kesempatan untuk mengambil program double degree di Swedia. Setelah isu itu lama menggantung, akhirnya keluar juga pengumumannya. Meski pun diliputi kegalauan akhirnya aku mengambil kesempatan itu, dan ya, this is now where I am. Currently, I am living in Karlstad for next 10 months. I hope, this would be delightful journey and experience in my life.

Ya Allah, terimakasih engkau telah memberiku kenikmatan dan rezeki ini, meskipun aku masih tetap harus merepotkan orang tuaku, tapi Insya Allah akan selalu ada jalan untuk suatu saat menggantinya dan membuat mamaku bahagia. Amiiiinnnnn. J


Nb : postingan kali ini kayaknya bahasaku agak agak aneh dan kaku gimana gituu yak. Biarin deh.

7/5/14

I've visited Japan! :)


Hai dunia blog!!! Rasanya it’s been long time since last time I entered my blog page. A lot of things have happened during that time, and seems like I can’t share that moment continuesly, dan secara runtut tentunya. Untuk yang kali ini, mungkin aku share pengalaman ke Jepang dulu yang setelahnya akan aku bagi ceritanya secara bertahap.

So, saat itu, seingetku pas lagi hectic dateline kerjaan kantor, aku iseng-iseng cek email. Ternyata ada yang share di grup planologi tentang aplikasi Jenesys. Lalu aku langsung ngeh aja kalo itu acara exchange ke Jepang. Maklum, waktu S1 dulu kehidupanku berkutat dengan googling program exchange, jadi emang sebelumnya aku udah pernah denger tentang program Jenesys ini. Mulailah aku baca dengan teliti, ternyata syarat yang harus dikumpul untuk mendaftar tidak sulit seperti syarat program exchange biasanya. Pantes aja, soalnya dateline nya cuma tinggal ngehitung jari aja. Waktu itu aku baca waktu weekend, dan berkas harus sudah masuk di hari Rabu kalo ga salah. Setelah berpikir sebentar, aku langsung memutuskan buat ngecoba. Kan tidak ada salahnya mencoba, kalau lolos Alhamdulillah, kalo engga yaa bukan rejeki hehe.

3/31/13

Travelling with elder


Jalan-jalan bareng keluarga emang asik. Siapa juga sih yang ga pengen jalan-jalan bareng keluarganya. Tapi kalo jalan-jalannya keluar negeri dan ga pake tour travel serta model backpacking gitu, ya bersiap-siap aja deh. Bersiap apa siihh?? Ya bersiaplah didumelin ama ibu-ibu yang kecapean.

Jadi di post-an kali ini, aku pengen nge-share tentang the art of travelling with elder. Elder di sini yang dimaksud yaitu ibu-ibu khas Indonesia (not Chinese). Ceritanya bulan Oktober taun kemaren, berbekal tiket promo AA pergilah aku, mama, dan adek sepupu. AWALNYAAA. Liburan ini ceritanya sekalian ngunjungin kakakku gitu deh di Batam. Trus ternyata oh ternyata mama koar-koar ke temen kantor. Alhasil trip ini jadinya bertambah 5 ibu-ibu. Dan tentu saja in this trip I was the only one yang diandalin. Mulai dari booking tiket yang ribet, ngatur itinerary, ngatur perkiraan budget, plus booking hostel. Padahal ya pada saat itu, aku lagi sibuk-sibuknya nyelesein skripsi demi ngejar target wisuda November. Hufff.

11/12/12

Berkeliling Historical City - Malacca

Malaka, adalah salah satu tujuan wisata sejarah yang terletak di Malaysia. Travellers yang pergi ke Malaysia, biasanya menyisipkan kota ini sebagai salah satu itinerary tujuan mereka. Menurutku sih, emang harus disempetin mampir. Lagipula, jaraknya deket kok dari Kuala Lumpur dan yang pasti bisa dijangkau dengan bis.

dampak dari betapa panasnya terik matahari siang itu

Banyak pilihan tempat menginap di kota ini. I suggest to stay at Jonker Street area. Jonker Walk ini adalah China Town nya Malaka. Must visited place-nya Malaka ada di sekitar area ini. Satu lagi, kalo mau eksplore Malaka lebih baik naik sepeda. Kenapa? Pertama karena Malaka itu kota kecil yang publik transportnya selain kurang memadai juga sulit. Kedua karena kalo jalan kaki selain capek juga panas (yah walaupun dengan sepeda, kedua hal tersebut juga dapet). Makanya, saat memilih tempat menginap, pertimbangkan fasilitas hiring bicycle yah!

motel tempet nginep. Motel Sayang-Sayang

6/9/12

Wanita Lemah Backpacker-an!


Jalan-jalan di Singapore tanpa tour agent itu berarti harus siap jalan kaki. Ya kecuali Anda sanggup membayar biaya taksi yang sangat mahal itu. Sebagai turis yang memegang prinsip backpacker, tentu saja taksi bukanlah pilihan transportasi yang tepat bagi saya. Satu-satunya transportasi andalan tentu saja MRT. Sebenarnya ada pilihan alternatif jika ingin menikmati pemandangan Singapura dalam perjalanan, yaitu bus, tetapi bagi saya pribadi, rute bus sulit dipahami oleh turis. Apalagi rute tersebut juga sulit didapat baik di internet ataupun tourism map.

Rute-rute MRT telah saya pelajari sebelumnya. Tetapi lagi-lagi untuk menikmati pemandangan Singapura, tentu saja kita harus tetap berjalan kaki. Itinerary pun telah saya susun dengan rapi. Cukup banyak agenda jalan kaki yang saya sisipkan ke dalamnya. Oleh karena itu, sebelum berangkat saya sudah berpesan pada teman saya, Elen, untuk menjaga staminanya karena akan banyak berjalan kaki di sana.

6/7/12

The people and MRT

Selama di Singapore kemaren, transportasi andalan saya dan teman saya Elen adalah MRT (selain jalan kaki gempor lho ya). Nah saya sebenernya jatuh cinta nih naik transportasi publik kayak gini. Seru!! Dan karena emang hobi saya ngamatin orang, selama perjalanan baik lagi pindah  platform, lagi nunggu kereta dateng, ataupun selama perjalanan di dalem kereta, ya sudah pasti yang saya lakukan ngeliatin orang-orang di sekitar saya hehehee.

MRT bakal rame banget kalo jam-jam berangkat kantor dan pulang kantor (sekitar jam 8 pagi dan jam 5-6 sore). Karena sempet kena weekend di Singapore, stasiun-stasiun yang ramai cuma yang melewati rute-rute penting aja. Kalo yang pinggirannya Singapore ya sepi deh keretanya. Dan mereka ini orangnya bener-bener ngebut dan ngebet deh. Tiap jalan mau pindah platform, keluar stasiun, menuju stasiun, selalu ngebut! Time is really money for them. Makanya di eskalator selalu ada tulisan "stand behind the line", jadi sebelah kiri eskalator buat yang pada males alias cuma pengen berdiri aja nungguin eskalator nyampe, yang sebelah kanan khusus buat yang buru-buru alias tetep naikin tu tangga eskalator.

Stasiun MRT Ang Mo Kio, salah satu distrik residensial di Singapura

6/3/12

Kisah resepsionis di Negeri Jiran

Di post-an kali ini saya mau share pengalaman lucu bersama resepsionis dari kedua hostel (yang satunya hotel sih) yang saya tempati selama di Kuala Lumpur.

Cerita yang pertama berawal dari teguran resepsionis mbak-mbak yang sepertinya orang Thailand ketika saya dan teman saya, Elen, check in. Saat menunjukkan bed kami, sebut saja mbak Thai, mengingatkan untuk menyimpan makanan yang kami bawa di kulkas yang tersedia di luar karena baunya yang agak menyengat. Memang saat itu kami bawa sotong kering. Jadi, saat di Malaka Sentral, kami membeli makanan ringan bernama Muruku (sejenis kacang yang diberi bumbu kari), Sotong kering (konon katanya sotong terkenal di negara tetangga ini), dan beberapa permen.Tapi, saat mencobanya ternyata rasanya zzzz abis. Entah mengapa ada makanan seperti itu di dunia ini haha. Jadi, karna merasa ga enak sudah mengganggu kenyamanan ceileehh, kami bilang kalau kami akan membuangnya saja karna tidak suka dengan makanan tersebut. Mbak Thai lalu mengingatkan kalau lebih baik disimpan di kulkas saja. Yasudah, kami menurut.
Penampakan si Kacang Muruku
Sotong kering yang dibubuhi gula tapi cita rasanya tetep asin. Bayangkan!

And the Journey Began

Entah apa yang saya kerjakan sampai baru sempat ngepost tentang liburan yang udah kelar sebulan yang lalu. Skripsi? Tidak juga, toh saya juga baru kelar wawancara 10 sample aja.

Liburan ini emang dadakan. Berawal dari niat buat minimal ngisi paspor sekali dalam setahun, dan kebetulan partner dalam liburan kali ini, Elen, nge-bbm ngajakin ke Korea buat ngisi graduation holiday-nya sambil nunggu koas. Tapi, jujur saya belum siap kalo harus jalan-jalan ke Korea tahun ini. Kecuali kalo ada acara apa gitu (in your wish Mut!!). Alhasil, usulan ke Singapore-Malaysia pun muncul begitu aja. Pada saat itu yang ada di kepala cuma pede aja, duit bisa dicari. Dan alhamdulillah, ada rejeki buat asistensi anak akademi militer yang lagi kuliah di Teknik Sipil. Ditambah gaji asisten kemarin yang ternyata jumlahnya lumayan! Alhamdulillah banget deehh.

Setelah browsing-browsing tiket pesawat, akhirnya diputuskan kita berdua berangkat dari Jogja ke Singapore. Lalu perjalanan dilanjutkan ke Malacca dengan menggunakan bus. Dan destinasi terakhir kami adalah KL yang juga ditempuh dengan menggunakan bus. Baru deh balik ke Jogja langsung dari KL. Awalnya sebenernya mau mampir ke George Town juga. Tapi ternyata waktu tidak memungkinkan.

2/1/12

Bangkok Dangerous!!!

안녕하세요 !!!
Di Post-an ini aku bakalan ngepost tentang perjalanan 1,5 hari di Bangkok. Yaa sebenernya satu setengah hari itu ga cukup sih buat ngexplore seluruh Bangkok. Tapi cukup puas deh. Apalagi itu pertama kalinya backpacking. Seru!!


Day 1
Sampe di Svarnabhumi Airport sekitar jam setengah 9 pagi. Setelah itu langsung capcus ke Hostel buat naruh barang. Karna aku pergi berempat bareng temen, jadi lebih murah naik taksi (sebenernya berlima tapi yang satunya lagi karna telat jadi nyusul). Kami semua nginep di Thai Cozy House yang ada di Tanee Road. Deket banget sama Khaosan Road yang terkenal sebagai Kuta-nya Bangkok. Bisa dibilang ni hostel strategis!
Setelah check in, naruh barang, tuker duit di CIMB Bank depan hostel, langsung jalan ke Grand Palace yang katanya deket itu (beneran deket kok!). Tapi ini ak share pengalaman selama perjalanan menuju Grand Palace :
1. Nanya pedagang yang ada di sepanjang jalan dan mereka ga ngerti karna gabisa bahasa inggris. Setelah ditunjukin peta, mereka tetep ga ngerti karena gabisa baca alphabet -__-

1/13/12

Night Side of Pattaya!!

Di post-an kali ini, aku bakal share pengalaman aku pas jalan-jalan di Pattaya. Seperti yang udah aku sampein di post-an sebelumnya, aku ke Pattaya ini buat ikutan symposium. Jadi kesempatan buat explore Pattaya, ya cuma pas malem hari. Sebenernya ga begitu bangyak yang bisa dikunjungi di Pattaya ini. Jadi ya kalo mau liburan, mampir ke Pattaya 2 hari 1 malam pun udah cukup banget malah.

Tidak ada perbedaan waktu antara Pattaya (seluruh Thailand sih) dan Jogja. Yang ada adalah perbedaan waktu terbenamnya matahari. Yang berarti juga waktu adzan magrib. Terlebih pas saat puasa gini. Perbedaan ini jelas kerasa banget. Di Pattaya, adzan magrib berkumandang jam 6.45. Jam 6 di sana pun masih kaya jam 5 di Jogja.

Malem pertama di Pattaya, aku manfaatin buat jalan-jalan ke Central Festival Mall

1/4/12

Sawadee ka, Thailand!!

Halo Thailand :)

Alhamdulillah, Agustus 2011 kemaren aku menginjakkan kakiku di negeri gajah Thailand. Dan aku juga baru tau dari temenku, mereka juga punya sebutan The Land of Smile. Yaa, Thai people dikenal ramah dan murah senyum. Emang sih orang sana ramah banget, dikit dikit salam sambil ngucap “Sawadee ka”. Tapi beberapa juga ada yang jutek. Hahaha

Aku berangkat ke Thailand dalam rangka USL Symposium di Pattaya tanggal 1-7 Agustus 2011. Tapi aku extended sehari buat jalan-jalan di Bangkok hehe. Sayang kaaannnn ga mampir puter-puter ibukota!

Pesawat berangkat tanggal 1 Agustus 2011 jam 6 pagi

My Boot

Jadi ceritanya, aku dapet oleh-oleh boot dari mama yang pergi ke Aussie untuk tugas dinas. Pertamanya, mama nyebut itu sepatu bukan boot. Jadi pas malem-malem telpon dari sana, mama cuma bilang membeli sepasang sepatu khas dari sana dimana orang-orang sana pake tu sepatu. Dibilangnya bentuk sepatunya itu tinggi. Jadilah nama boot tersebut berganti menjadi “sepatu tinggi”.

Kalo seseorang dibilang “sepatu tinggi” ya pasti yang dipikirannya itu heels kan yaa. Apalagi waktu itu mamaku gatau yang namanya bahan suede. Jadi semakin susah buat mama jelasin perawakan tu sepatu. Yauda deh, yang dipikiranku itu sepatu pasti aneh!!

Ternyata,, taraaaaatt, seperti ini penampakannya
Sepatu boot kegedean dengan bahan suede yang kegedean
Padahal yaa sebenernya mama tu tau sepatu boot. Kan punya juga boot, tapi buat ke kandang sapi, bukan sepatu gawuuull hohoho. Kalo mau tau sepatu boot mama kayak apa, bayangin aja boot yang ada di iklan buat nyelametin kaki dari ujan,