11/20/12

The meaning of Cumcum

Yeaayy, akhirnyaa aku diwisuda juga hari ini. Alhamdulillaahhh..Setelah perjuangan-perjuangan menyelesaikan skripsi secepat mungkin. Mengejar sidang pendadaran yang berarti juga ngejar Pak Aris buat bikin jadwal yang tepat bin ajaib (makasih bangett Pak), akhirnya all hard works paid off!!

Tapii, di post-an ini aku ga mau ngomongin tentang graduation-ku. Yang bakal aku omongin adalah tentang makna Cumlaude. Sebenernya apa sih cumlaude itu. Kenapa sih harus ada istilah itu?? Aku penasaran deh, sebenernya kapan sih istilah itu pertama kali muncul? (yak, yang punya waktu luang seluang-luangnya boleh lho browsing, ntar abis itu kasitau akuu)

Cumlaude sendiri itu sebenernya intinya "predikat" yang diberikan kepada wisudawan, mm yah sarjana deh, yang lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) >3,50. Yang kemudian, pada saat wisuda tuh wisudawan bakal make slempang bertulisan serta sebagai nilai plus juga saat dipanggil bakalan disebutin predikatnya itu. Sayangnya, aku ga cumlaude. Itu yang terpenting dari post-an ini. Inti sebenernya sih aku cuma pengin curhat (gpp kali yah, blog-ku sendiri ini) tentang sedihnya, nyeselnya, galaunya lulus ga cumlaude.

11/18/12

It's already Sunday!!!

Yaaahhhhh, I've just realized that today is Sunday. It means that tomorrow is "pelepasan wisuda" day at my campus. Hoaaahhh. Sumpaahh ya, ga kerasa se kerasa-kerasanya. Wait. Maksudnya apa yaa?!>$%#*$ Lupakan..Intinya time goes by so fast.

Perasaan yaahh, baru kemaren aja wara wiri ngeprint buat ngejar yudisium yang mepet abeesss..eh tau-tau udah mau wisuda aja dengan segala ke-hectic-an persiapan make up, kebaya, dan DIET! aahh, tapi itu ga se-hectic proses "lulus"nya juga sih. Yang jelas, baru siang ini tadi, aku menyadari kalo besok udah hari Senin, besoknya udah hari Selasa. Aduuuhhh, so what have I done then?? Yang jelas, Diet things are unsuccessful. Tapiiii, paling ga kebayanya pas di badan dan semoga terlihat bagus di badan saya. Dan yang paling pentiiiingg, terlihat "langsing". Yah walopun ga langsing beneran, minimal terlihat aja juga udah cukup ko. Tapi gimana bisa cobaaaa *hahahaha ketawaaa gila. Kemudian, masalah foto dan make up bereeess laah. Tinggal besok putu-putu, teruusss post jadi display picture, post di pesbuk, trus ngepost di blog.

Sooo,, 2 hari ke depan bakalan jadi hari yang ditunggu-tunggu mahasiswa tapi akhirnya juga means nothing. Just sayin yaa, the day after that gonna be hard and hard and thousand harder than the times you just left. kkkkkk.

11/14/12

Gaya Nulis

Well, di post an ini aku bakalan bahas tentang gaya nulis blog seseorang especially me hehe.. Seperti yang kita tahu, masing-masing individu memang punya cara atau gaya dalam menulis cerita mereka di blog. Ada yang totally english, ada yang Indonesia baku, ada yang semi baku, ada yang gaul, mmm banyak macemnya deh.

Untuk blogku sendiri sebenernya bisa dibilang cukup labil. Awalnya aku pengen nulis blog dengan gaya bahasa yang santai dan bisa diterima dengan enak. Yaahh enaknya sih pake "gue" gitu deh. Tapi, karna aku sendiri orang Jogja yang emang ga biasa pake "gue" sebagai kata ganti orang, ide itu pun pupus dan diganti dengan gaya santai dengan kata ganti orang "aku". Lama-lama entah kenapa, aku sendiri lupa alasannya, aku ganti gaya bahasaku jadi semi baku. Yaah pake kata ganti "saya" gitu deh. Selain itu kata-katanya juga cenderung pake bahasa Indonesia baku.

Makin kesini, sang penulis blog kenapa makin galau. Rasanya blog ini jadi bukan "guweh" banget gitu deh. Akhirnya, aku putusin buat nulis dengan gaya bahasa kayak gini nih..Tapiiiiii, post-postan kaku ku tetep dipertahanin dong. Kali aja bisa jadi sejarah hahaha.

Well, intinya sih orang itu punya gaya masing-masing dalam bercerita atau menulis blog. Pikirin dulu aja sebenernya tujuan kamu bikin blog itu apa. Trus kamu pingin blog kamu itu tergambar seperti apa. Setelah itu berkreasilah dalam tulisan-tulisan kamu. Oke, meski post an ini menurut penulisnya sendiri rada kurang penting atau malah ga penting sama sekali, ya gapapa kali ya buat nambah-nambah list post.
See you on my next post!!!

11/12/12

Berkeliling Historical City - Malacca

Malaka, adalah salah satu tujuan wisata sejarah yang terletak di Malaysia. Travellers yang pergi ke Malaysia, biasanya menyisipkan kota ini sebagai salah satu itinerary tujuan mereka. Menurutku sih, emang harus disempetin mampir. Lagipula, jaraknya deket kok dari Kuala Lumpur dan yang pasti bisa dijangkau dengan bis.

dampak dari betapa panasnya terik matahari siang itu

Banyak pilihan tempat menginap di kota ini. I suggest to stay at Jonker Street area. Jonker Walk ini adalah China Town nya Malaka. Must visited place-nya Malaka ada di sekitar area ini. Satu lagi, kalo mau eksplore Malaka lebih baik naik sepeda. Kenapa? Pertama karena Malaka itu kota kecil yang publik transportnya selain kurang memadai juga sulit. Kedua karena kalo jalan kaki selain capek juga panas (yah walaupun dengan sepeda, kedua hal tersebut juga dapet). Makanya, saat memilih tempat menginap, pertimbangkan fasilitas hiring bicycle yah!

motel tempet nginep. Motel Sayang-Sayang

6/9/12

Wanita Lemah Backpacker-an!


Jalan-jalan di Singapore tanpa tour agent itu berarti harus siap jalan kaki. Ya kecuali Anda sanggup membayar biaya taksi yang sangat mahal itu. Sebagai turis yang memegang prinsip backpacker, tentu saja taksi bukanlah pilihan transportasi yang tepat bagi saya. Satu-satunya transportasi andalan tentu saja MRT. Sebenarnya ada pilihan alternatif jika ingin menikmati pemandangan Singapura dalam perjalanan, yaitu bus, tetapi bagi saya pribadi, rute bus sulit dipahami oleh turis. Apalagi rute tersebut juga sulit didapat baik di internet ataupun tourism map.

Rute-rute MRT telah saya pelajari sebelumnya. Tetapi lagi-lagi untuk menikmati pemandangan Singapura, tentu saja kita harus tetap berjalan kaki. Itinerary pun telah saya susun dengan rapi. Cukup banyak agenda jalan kaki yang saya sisipkan ke dalamnya. Oleh karena itu, sebelum berangkat saya sudah berpesan pada teman saya, Elen, untuk menjaga staminanya karena akan banyak berjalan kaki di sana.

6/7/12

The people and MRT

Selama di Singapore kemaren, transportasi andalan saya dan teman saya Elen adalah MRT (selain jalan kaki gempor lho ya). Nah saya sebenernya jatuh cinta nih naik transportasi publik kayak gini. Seru!! Dan karena emang hobi saya ngamatin orang, selama perjalanan baik lagi pindah  platform, lagi nunggu kereta dateng, ataupun selama perjalanan di dalem kereta, ya sudah pasti yang saya lakukan ngeliatin orang-orang di sekitar saya hehehee.

MRT bakal rame banget kalo jam-jam berangkat kantor dan pulang kantor (sekitar jam 8 pagi dan jam 5-6 sore). Karena sempet kena weekend di Singapore, stasiun-stasiun yang ramai cuma yang melewati rute-rute penting aja. Kalo yang pinggirannya Singapore ya sepi deh keretanya. Dan mereka ini orangnya bener-bener ngebut dan ngebet deh. Tiap jalan mau pindah platform, keluar stasiun, menuju stasiun, selalu ngebut! Time is really money for them. Makanya di eskalator selalu ada tulisan "stand behind the line", jadi sebelah kiri eskalator buat yang pada males alias cuma pengen berdiri aja nungguin eskalator nyampe, yang sebelah kanan khusus buat yang buru-buru alias tetep naikin tu tangga eskalator.

Stasiun MRT Ang Mo Kio, salah satu distrik residensial di Singapura

6/3/12

Kisah resepsionis di Negeri Jiran

Di post-an kali ini saya mau share pengalaman lucu bersama resepsionis dari kedua hostel (yang satunya hotel sih) yang saya tempati selama di Kuala Lumpur.

Cerita yang pertama berawal dari teguran resepsionis mbak-mbak yang sepertinya orang Thailand ketika saya dan teman saya, Elen, check in. Saat menunjukkan bed kami, sebut saja mbak Thai, mengingatkan untuk menyimpan makanan yang kami bawa di kulkas yang tersedia di luar karena baunya yang agak menyengat. Memang saat itu kami bawa sotong kering. Jadi, saat di Malaka Sentral, kami membeli makanan ringan bernama Muruku (sejenis kacang yang diberi bumbu kari), Sotong kering (konon katanya sotong terkenal di negara tetangga ini), dan beberapa permen.Tapi, saat mencobanya ternyata rasanya zzzz abis. Entah mengapa ada makanan seperti itu di dunia ini haha. Jadi, karna merasa ga enak sudah mengganggu kenyamanan ceileehh, kami bilang kalau kami akan membuangnya saja karna tidak suka dengan makanan tersebut. Mbak Thai lalu mengingatkan kalau lebih baik disimpan di kulkas saja. Yasudah, kami menurut.
Penampakan si Kacang Muruku
Sotong kering yang dibubuhi gula tapi cita rasanya tetep asin. Bayangkan!

And the Journey Began

Entah apa yang saya kerjakan sampai baru sempat ngepost tentang liburan yang udah kelar sebulan yang lalu. Skripsi? Tidak juga, toh saya juga baru kelar wawancara 10 sample aja.

Liburan ini emang dadakan. Berawal dari niat buat minimal ngisi paspor sekali dalam setahun, dan kebetulan partner dalam liburan kali ini, Elen, nge-bbm ngajakin ke Korea buat ngisi graduation holiday-nya sambil nunggu koas. Tapi, jujur saya belum siap kalo harus jalan-jalan ke Korea tahun ini. Kecuali kalo ada acara apa gitu (in your wish Mut!!). Alhasil, usulan ke Singapore-Malaysia pun muncul begitu aja. Pada saat itu yang ada di kepala cuma pede aja, duit bisa dicari. Dan alhamdulillah, ada rejeki buat asistensi anak akademi militer yang lagi kuliah di Teknik Sipil. Ditambah gaji asisten kemarin yang ternyata jumlahnya lumayan! Alhamdulillah banget deehh.

Setelah browsing-browsing tiket pesawat, akhirnya diputuskan kita berdua berangkat dari Jogja ke Singapore. Lalu perjalanan dilanjutkan ke Malacca dengan menggunakan bus. Dan destinasi terakhir kami adalah KL yang juga ditempuh dengan menggunakan bus. Baru deh balik ke Jogja langsung dari KL. Awalnya sebenernya mau mampir ke George Town juga. Tapi ternyata waktu tidak memungkinkan.

5/15/12

Sate Pak Pong

This food was just great!! I went there almost 3 weeks ago before my holiday trip and would like to share this food in this post. Menu andalan di warung ini adalah sate klathak. Udah pada tau kan sate klathak?? Itu lho sate kambing yang cuma dibumbuin pake garam trus ditusuknya pake jeruji roda sepeda. Sebagai pendamping ada kuah gulainya bagi yang suka.